Kelebat bayangmu melintas
Di ujung gelap malam
Terbayang kisah yang belum tuntas
Kala diri hanyut tenggelam
Tenggelam dalam syahdunya asmara
Kala indahnya rasa menari
Diantara megahnya istana rasa
Di sana berdua kita nikmati
Nikmati indahnya gejolak
Nikmati renyahnya gelora
Di sana semua rasa bertolak
Selembut desir angin padang sahara
Canda tawa renyah menyapa
Tiada hari terlewati sendiri
Rasa di jiwa syahdu melagaBersamamu lewati hari
Kini... semua berlalu
Tinggalkan kenangan manis
Masa indah awal bertemu
Hingga mata harus menangis
Singkat yang berkesan
Buah rindu yang terjalin
Jalinan lewat tulisan
Lebih erat dari tali penjalin
Tangis itu hanya sesaat
Kala tak kuasa menahan rasa
Rasa yang sungguh berat
Ketika perpisahan menyapa kita
Kini... jalinan masih tetap indah
Seindah melody di senja hari
Kala desir angin menyapa ramah
Membelai wajah ini
Gelak tawamu
Masih senantiasa terdengar
Walau takdir belum menjamu
Dua rasa yang masih tersandar
Dengarlah...
Ada rindu di persimpangan qolbuYang kini datang tuk singgah
Ya... aku merindukanmu
Biasanya...
Langsung ku dengar suaramu
Yang slalu renyah menyapa
Dengan tawa khas dirimu
Kau hapus segala gundah
Dengan segala canda
Hingga tawaku kembali pecah
Itu semua karena kakanda...
No comments:
Post a Comment