Kau... yang ada di sana
Berdiri mematung tanpa kata
Hadirmu di sudut istana
Sekedar memantau suasana
Dan aku... di sini...
Senantiasa menanti kau kembali
Mengisi hari demi hari
Dengan alunan merdu suara hati
Kau...yang setia di sana
Menghampiri beranda istana
Terdiam tanpa kata-kata
Namun netramu menyapu beranda
Dan aku... di sini...
Di balairung istana biru ini
Setia menanti...
Suara merdumu memanggil diri
Mengapa... oh... mengapa...
Kau sembunyi di sudut istana
Lihatlah seisi istana tlah siaga
Tuk menyambutmu dengan mesra
Tiada guna lagi
Sembunyikan hati
Bila nyatanya kau ingin kembali
Mengulang masa yang tlah pergi
Sejujurnya masih ada rasa
Tersimpan di pergolakan asa
Dalam aroma segar tiada tara
Mendamba hadirmu duhai kakanda
Namun... kini...
Aku sadari....
Diri ini... tiada berarti
Tak sepantasnya untuk kau miliki
Sejatinya... ku masih merasa
Hangatnya tatap manja
Kala pijar sorotan mata
Membias di pelataran istana
Sejauh mana kau hapus jejak diri
Hingga tak kuasa kau tinggal pergi
Sedalam apa kau kubur rasa di hati
Hingga bayangku masih saja kau ikuti
Mengapa harus sembunyi dari kenyataan
Bila nyatanya kau takut kehilangan
Mengapa harus ciptakan kebohongan
Bila hatimu penuh pengharapan
Cinta yang hadir memeluk diri
Adalah anugerah Illahi
Sepatutnyalah kita syukuri
Jangan pernah coba kau pungkiri
Selagi masih ada kesempatan
Baiknya segera kau katakan
Dengan penuh kejujuran
Segala rasa cinta yang kau sembunyikan
Jangan pernah menunda lagi
Jika tak ingin waktu berlalu pergi
Melewati kesempatan yang berarti
Dan tinggalkan penyesalan diri...
mungkin takut keliatan..hehe
ReplyDelete