Wednesday, July 13, 2011

*Mengapa Harus Sembunyi*


Kau... yang ada di sana
Berdiri mematung tanpa kata
Hadirmu di sudut istana
Sekedar memantau suasana

Dan aku... di sini...
Senantiasa menanti kau kembali
Mengisi hari demi hari
Dengan alunan merdu suara hati

Kau...yang setia di sana
Menghampiri beranda istana
Terdiam tanpa kata-kata
Namun netramu menyapu beranda

Dan aku... di sini...
Di balairung istana biru ini
Setia menanti...
Suara merdumu memanggil diri

Mengapa... oh... mengapa...
Kau sembunyi di sudut istana
Lihatlah seisi istana tlah siaga
Tuk menyambutmu dengan mesra

Tiada guna lagi
Sembunyikan hati
Bila nyatanya kau ingin kembali
Mengulang masa yang tlah pergi

Sejujurnya masih ada rasa
Tersimpan di pergolakan asa
Dalam aroma segar tiada tara
Mendamba hadirmu duhai kakanda

Namun... kini...
Aku sadari....
Diri ini... tiada berarti
Tak sepantasnya untuk kau miliki

Sejatinya... ku masih merasa
Hangatnya tatap manja
Kala pijar sorotan mata
Membias di pelataran istana

Sejauh mana kau hapus jejak diri
Hingga tak kuasa kau tinggal pergi
Sedalam apa kau kubur rasa di hati
Hingga bayangku masih saja kau ikuti

Mengapa harus sembunyi dari kenyataan
Bila nyatanya kau takut kehilangan
Mengapa harus ciptakan kebohongan
Bila hatimu penuh pengharapan

Cinta yang hadir memeluk diri
Adalah anugerah Illahi
Sepatutnyalah kita syukuri
Jangan pernah coba kau pungkiri

Selagi masih ada kesempatan
Baiknya segera kau katakan
Dengan penuh kejujuran
Segala rasa cinta yang kau sembunyikan

Jangan pernah menunda lagi
Jika tak ingin waktu berlalu pergi
Melewati kesempatan yang berarti
Dan tinggalkan penyesalan diri...

1 comment: